34. Jalan Yang Berbeda

1880 Kata

“Pamanku tidak ada di kabinnya. Aku rasa dia pergi sejak tadi malam,” bisik Clara di telinga Adinda saat mereka sarapan, pagi itu. Adinda melemparkan tatapan kau-pikir-aku-peduli pada Clara yang langsung disambut naiknya alis sempurna gadis itu. “Kau sungguh-sungguh tidak peduli lagi padanya?” bisik Clara lagi dengan tidak percaya. Adinda memandang sekeliling sebelum, kepada orang-orang yang sibuk dengan sarapan mereka, sebelum menatap Clara. “Bisakah kita membicarakan itu nanti?” Clara membuka mulut, bersiap untuk bicara lagi sebelum Gram berdeham dengan keras. “Kalian tidak boleh berbisik-bisik saat sedang makan. Itu sangat tidak sopan.” Saat melihat temannya hendak membantah Gram, Adinda menginjak kaki gadis itu hingga Clara menoleh dan melotot padanya. Ia juga ingin Clara diam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN