“Pamanku tidak ada di kabinnya. Aku rasa dia pergi sejak tadi malam,” bisik Clara di telinga Adinda saat mereka sarapan, pagi itu. Adinda melemparkan tatapan kau-pikir-aku-peduli pada Clara yang langsung disambut naiknya alis sempurna gadis itu. “Kau sungguh-sungguh tidak peduli lagi padanya?” bisik Clara lagi dengan tidak percaya. Adinda memandang sekeliling sebelum, kepada orang-orang yang sibuk dengan sarapan mereka, sebelum menatap Clara. “Bisakah kita membicarakan itu nanti?” Clara membuka mulut, bersiap untuk bicara lagi sebelum Gram berdeham dengan keras. “Kalian tidak boleh berbisik-bisik saat sedang makan. Itu sangat tidak sopan.” Saat melihat temannya hendak membantah Gram, Adinda menginjak kaki gadis itu hingga Clara menoleh dan melotot padanya. Ia juga ingin Clara diam.

