Adinda mengerang saat ia membuka matanya, dan kepalanya terasa berdentam-dentam. Sesaat, ia hanya diam di tempat tidur agar pening di kepalanya itu mereda. Ketika dirasa sudah lebih baik, ia berguling dan menatap langit-langit kamar yang asing. Keningnya berkerut. Ini bukan kamar Clara. Lalu, ia mengedarkan pandang ke sekeliling kamar, dan merasa semakin asing dengan tempat itu. Barang-barang di kamar itu sangat sedikit jika bisa dikatakan hampir tidak ada. Hanya ranjang yang ditempatinya ini, sebuah meja –yang sangat kosong- dengan kursi di depan jendela, dan satu buah lemari di sudut lain. Kamar siapa ini? Atau lebih tepatnya, di mana dia berada? Ini jelas bukan hotel mengingat atapnya yang dari kayu. Atau ini jenis hotel dengan sentuhan alam dan tradisional? Adinda mencoba menginga

