Mata Ruu melebar mendengar perkataan Papa, tak sadar senyum mengukir di wajah tampannya. Benarkah Papa sudah menemukan Ry? Dia di Osaka? Astaga, itu cukup jauh dari sini! Namun, masih bisa ditempuh dalam waktu setengah hari perjalanan darat. Menggunakan shinkansen akan lebih cepat lagi, hanya memakan waktu dua jam. Aman. "Jangan berpikiran macam-macam, Ruu! Papa nggak ngizinin Ruu ke Osaka kecuali Ruu udah lulus kuliahnya terus kerja!" Senyum Ruu memudar mendengar kata-kata tegas Papa. Itu artinya ia tidak akan bisa bertemu Ry dalam waktu dekat ini. Padahal ia sudah merencanakan untuk menemuinya di Osaka akhir pekan nanti. Astaga! Berapa lama lagi ia harus menunggu? Tidak cukupkah selama tiga tahun ini ia menunggu dan mencari? Kenapa harus ditambah lagi penantiannya? Baiklah, katakan sa

