155 sepanjang pulang

1204 Kata

Sepanjang perjalanan pulang pikiranku berputar antara kaget dan kesal pada diri sendiri, Suara Jannah yang bahagia ingin menikah terus terngiang-ngiang di kepalaku. Kucoba mengalihkan semua itu dengan menyetel musik namun tetap saja semakin berusaha melupakan semakin kuat bayangan Jannah mantan istriku yang cantik itu. Aku sampai di rumah dalam keadaan diri linglung dan sempoyongan, kepalaku pusing dan tubuhku mendadak lemas. Aku menyesal kenapa harus mengambil waktu selama ini untuk bisa memperbaiki hubungan dengan Jannah? mengapa harus terlambat lagi? kenapa? Ketika membuka pintu Rossa dan mama tengah duduk di ruang tengah, agak heran melihatku masuk tanpa mengucapkan salam. Mereka cukup curiga dan kaget melihat dengan keadaanku terguncang dan lemas. "Ada apa, Mas?" Aku yang seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN