192

964 Kata

Setelah keadaan reda, setelah tadi percakapan mereka kutinggalkan bersama anak anak untuk pindah makan ke ruang tengah, akhirnya suara dari arah meja makan menjadi senyap, tidak ada dentingan sendok ke atas piring atau perdebatan lagi. Aku kembali dua puluh menit kemudian, melihat dua sejoli yang sama sama saling membisu, si wanita menangis, sedang suaminya menatap tajam. Aku yang dengan membawa piring bekas makan anak anak, merasa canggung dipandangi oleh mereka berdua. Tapi, aku tidak bisa berhenti di sana dengan ragu, sehingga kuputuskan saja untuk mengabaikan mereka berdua, melanjutkan pekerjaanku membereska meja tanpa mengatakan apa apa. Selagi kususun piring kotor, wanita itu mendelik padaku, sementara aku hanya membalas dengan desahan napas, aku harus bersabar. Sebenarnya, yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN