kasihan

1440 Kata

Di dalam kebingungan dan kegalauanku, aku tak mampu lagi memejamkan dan sibuk mondar-mandir saja di kamar, menerawang ke luar jendela dan memikirkan keadaan Mas Ikbal. Jujur meski aku marah, namun ia adalah orang yang pernah aku cintai, juga ayah dari Raisa. Tiba-tiba putriku terbangun dan menangis tersedu-sedu, kuhamliri dia dan kurangkul dengan erat. "Ada apa, Sayang?" "Raisa takut, Raisa lihat ayah meninggal," ucapnya sambil menangis sedih. "Ayah baik-baik aja, Sayang." Aku mencoba berbohong untuk menghiburnya. "Tapi ayah akan mati, Bun," tuturnya sedih. "Raisa tahu darimana?" "Raisa lihat ayah sesak, ayah minta tolong, ayah panas," ucapnya semakin terisak keras. Ibu yang mendengar Raisa langsung mendatangi dan bertanya padaku. "Ada apa anakmu, Nduk?" "Ga tahu, Bu. Mungkin mim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN