Miris mendengarnya

1010 Kata

Pria tua yang terlihat berkharisma dan penuh pengaruh itu, masih terdiam di ruang tamu rumah kami. Ia tercenung sesaat lalu berkata, "Aku tidak memaksa andai kamu menolakku, tapi aku mohon pertimbangkan ini demi kebaikan kita semua," ucap ustaz Hamid kembali melancarkan bujukannya. "Apa maksud Anda ustadz Hamid? Saya sudah tegaskan, saya tidak menerima permintaan Anda, Ustad." "Aku ingin kau mempertimbangkan harga dirimu, juga kehormatan keluargamu," ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya sekaligus memberi tatapan yang tidak kumengerti maksudnya. "Aku semakin tidak mengerti, Ustad." "Aku punya beberapa bukti yang akan membuatmu menyadari bahwa penawaranku tak akan merugikanmu," lanjutnya yang kemudian meneguk teh yang disiapkan Ibu. Ia mengangsurkan selembar kertas yang dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN