Pukul dua malam aku terbangun karena merasa sangat kehausan ditambah kondisi perut yang mulai membuncit membuatku mudah kehausan. Kuraba kasur yang ada di dekatku sendiri mengerjapkan mata berusaha mencari-cari di mana suamiku tadi. Aku bolak-balikkan selimut dan ia tidak berada di sana. "Mana Mas Rafiq ya," batinku. Tiba-tiba ada rasa yang terlintas sedikit mencurigakan di dalam d**a. aku merasa seolah-olah ada sesuatu yang tidak baik yang akan terjadi sehingga kuputuskan untuk segera bangkit dan menyusul mencari Di mana keberadaan suamiku. Kususuri kususuri lantai 2 yang yang ruang keluarganya sangat luas dengan bentuk langit-langit seperti dome yang megah sedang lampu gantung bertengger menambah kemewahan rumah mertua. Aku semakin penasaran karena tak menemukan Mas Rafiq yang bia

