168 terharu.

1237 Kata

Ketika hendak bertemu denganku neneknya menarik lengan Rayan, putraku nampak bingung namun tentu saja dia tidak mau mengecewakan keluarganya. Akhirnya dia menyerah dan ikut pada mereka. "Sini Rayan, Nenek kangen sama Rayan," ajaknya pada anakku. "Iya, Nek," balas anakku dnegan senyum terpaksa. "Kami bawakan bekal dan lauk kering, juga bawakan baju dan sejadah baru," ucap mantan ibu mertua sambil menyodorkan tas besar padanya. "Makasih Oma atas bawaannya, Rayan senang," balasnya. "Oh, ya, lihat adikmu ganteng kan?" ucap ibu mertua menunjukkan anak Mas Rafiq. "Iya, ganteng," balas anakku sambil menciumi adik tirinya. Melihat keakraban mereka mantan ibu mertua terlihat menaikkan alisnya penuh kemenangan padaku. Wanita itu seakan akan mengulur waktu dan tidak membiarkan putraku mendeka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN