Reputational Turbulence

1850 Kata

Pagi itu, bandara dipenuhi riuh rendah derap langkah tergesa, panggilan boarding yang bersahut-sahutan, hingga aroma kopi dari gerai yang tak pernah sepi. Hiruk pikuknya terasa akrab, seperti denyut nadi kota yang tak pernah berhenti. Pengumuman keberangkatan saling bertumpuk. Suara trolley koper beradu memenuhi lorong, sementara aroma roti panggang bercampur dengan parfum mahal dan wajah lelah penumpang yang masih setengah terjaga. Di ruang kru, beberapa pilot dan pramugari sudah berseragam rapi, siap menjalani rutinitas. Sebagian lainnya masih menyesap kopi dengan mata setengah mengantuk, mencoba mencuri energi sebelum langit membawa mereka terbang. Nick dan Tania duduk berdampingan di area standby kru Wings Air. Nick bersandar santai di kursi, iPad di tangan, memeriksa flight briefi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN