Ketika Langit Memisahkan

1283 Kata

Soekarno-Hatta International Airport, 19:42 WIB. Udara Jakarta langsung menyapa Nick dengan gelombang panas yang kontras dengan kabin pesawat yang baru saja ia tinggalkan. Begitu pintu jet bridge terbuka, aroma campuran kopi, parfum penumpang, dan udara lembap khas kota besar menyeruak bersamaan dengan suara pengumuman bandara. Nick melangkah dengan tenang, menggeret crew suitcase hitamnya. Seragamnya tetap rapi, tanpa cela. Wajahnya datar tenang seperti biasa, namun sorot matanya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan. Mission selesai. Duty report beres. Semua tanggung jawab sudah diserahkan. Namun entah kenapa, kali ini terasa berbeda, kosong, monoton, seperti ada bagian kecil dari hidupnya yang tertinggal jauh di belakang. Dan yang paling pasti? Ia tahu persis 'siapa' yang terting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN