Aurel menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka pintu rawat inap di depannya tanpa mengintip melalui celah seperti sebelumnya. "Permisi," ucapnya pelan. Seseorang yang menjadi penyebab Aurel datang ke sini sedang tertidur pulas di ranjang rumah sakit. Sementara satu-satunya penghuni di sana selain Alfa, langsung menoleh ke arah pintu. Gadis itu tidak menduga kalau ia disambut dengan sangat baik oleh Niken, mengingat kehadirannya terakhir kali di sini sangat mengecewakan. "Ah, kamu! Tante udah nungguin kamu, kiranya nggak bakal datang." Niken menuntun gadis itu untuk duduk di sofa yang ada di sana. Aurel hanya tersenyum canggung sebagai respon. Niken terlihat berpikir sebentar sebelum mengajak Aurel berbicara lagi. "Ngomong-ngomong, Tante baru tahu kalau kamu pacarnya Alfa." Aure

