Hampir jam enam sore ketika Aurel dan Radi sampai di salah satu cafe yang ada di dalam mall besar itu. Mereka mengambil tempat di bagian yang tidak terlalu ramai. "Gue pesenin menu baru mau nggak?" ucap Radi ketika mereka sudah duduk berhadapan. Aurel mengangguk. "Boleh." Radi lantas bangkit dan pergi dari sana. Dari yang Aurel lihat, lelaki itu berbicara kepada salah seorang pelayan di balik konter selama beberapa saat. Kemudian kembali lagi. Gadis itu sontak memainkan ponsel, pura-pura tidak sedang memerhatikan cowok itu sebelumnya. "Udah," ucap Radi. Aurel menyadari kalau cara memesan Radi berbeda dengan pengunjung lain yang didatangi pelayan terlebih dahulu. Karena tingkat kekepoannya sangat tinggi, gadis itu pun bertanya, "Sering ke sini?" Radi mengangguk sebagai jawaban. Tetapi

