"Verel!" seru Syabila dan menghampiri cowok itu. Verel berbalik dan tidak bisa menyembunyikan raut terkejutnya sebab didatangi gadis yang selalu mengabaikan pesannya. Tetapi lelaki itu langsung tersenyum lebar. "Eh, Bil. Gimana?" "Pulang bareng gue ya?" Verel juga tersenyum dalma hati saat melihat Syabila berucap dengan tidak nyaman. Mungkin ia merasa bersalah karena terus-terusan tidak membalas pesannya dan sekarang malah meminta bantuan. Walaupun begitu, Verel sama sekali tidak keberatan. Sebab inilah yang ia mau. Alhasi Verel mengantar Syabila pulang dengan tidak bisa menyembunyikan tarikan di bibirnya di sepanjang jalan. Berbeda dengan Syabila yang terus terdiam dengan pikiran berlari jauh. Terus memikirkan percakapan Dion dan Aurel, tetapi berpura-pura tidak mendengar. Ia kesal

