*revisi*

479 Kata

Aurel merasa ada yang aneh dengan teman sebangkunya ini. Tadi pagi tumben-tumbennya Syabila datang terlambat tepat saat guru mulai mengabsen nama-nama siswa. Selain itu ia sama sekali tidak menegur Kaira. Saat diajak bicara pun ia hanya merespon seadanya seperti mengangguk atau berkata iya. Oleh karena itu saat istirahat pertama berlangsung dan Syabila pergi keluar tanpa mengajaknya, Aurel langsung memanggil Dion sebelum lelaki itu menghilang ke kantin. "Apa? Syabila mana?" "Syabil aneh, deh." Bukannya menjawab, Aurel malah menyuarakan isi pikirannya yang membuat Dion kontan mengerutkan kening. "Aneh gimana?" "Keknya dia marah deh sama gue," ungkap Aurel. "Tapi perasaan gue gak ada buat salah sih." Dion mendesah. "Gimana, gimana? Coba jelasin." "Dia nggak kayak biasanya. Diem mulu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN