"Aku udah sampe di rumah sakit. Nggak usah, Kak. Aku bisa masuk sendiri, kok. Iya." Panggilan berakhir dan Aurel menggenggam ponselnya erat sembari menatap bangunan besar dengan latar putih di depannya. Tak berapa lama ia sudah sampai di kamad rawat inap VVIP yang sempat didatanginya sekali. Aurel hendak masuk tetapi ia urungkan, tiba-tiba berbagai perasaan yang menderanya akhir-akhir ini kembali masuk. Kebetulan di pintu tersebut ada celah kaca sedikit yang bisa memudahkannya melihat ke dalan ruangan. Alhasil gadis itu sedikit mengintip, mendapati sosok yang jujur sangat dirindukan, tengah berbaring. Aurel menahan napas. langsung membalikkan badannya. Rasanya ia tidak kuat. Tetapi kemudian suatu ide terlintas atas dengar ingin mendengar suara lelaki itu. Aurel membuka ponsel dan langs

