Chapter 48

805 Kata

Dek, istirahat kedua nanti bisa nggak ke teater? Penting banget. Makasih :) Aurel bahkan menghafal pesan dari nomor tidak dikenal yang ia sayangnya ia ketahui siapa pengirimnya walaupun tidak menyimpan di kontak teleponnya. Gadis itu kembali menatap ke arah benda persegi panjang yang tergeletak begitu saja di atas meja. Dan untuk yang kesekian kalinya menarik napas panjang. Syabila yang baru kembali dari kamar mandi memandang temannya dengan iba. Ia melihat jam dinding yang ditempel di belakang kelas. "Pergi aja. Masih ada sepuluh menit sebelum masuk." Aurel langsung mengalihkan pandangan dari ponselnya dan pura-pura sibuk mengatur bulu untuk menyambut pelajaran berikut. "Paling dia udah ke kelasnya." Syabila duduk di tempatnya. "Katanya dia penting banget. Jadi kemungkinan dia masih d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN