Chapter 21

1300 Kata

Syabila menatap Dion yang duduk di sampingnya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Pasalnya lelaki itu tengah bermain permainan cacing di ponselnya dengan teramat fokus, membiarkan buku tugas matematika yang belum selesai ia kerjakan tergeletak di atas meja. Sesekali gadis itu mengganggu kegiatan Dion menyebabkan cowok itu mengumpat kesal. Jangan tanyakan Aurel, karena ia sedang berkutat dengan buku tugasnya sendiri. Syabila sempat menawarkan jawaban pada gadis itu, tetapi ia bersih keras ingin mengerjakannya sendiri. Sebenarnya itu bukan masalah besar, hitung-hitung Aurel dapat mengetahui sejauh mana kemampuannya dalam mata pelajaran matematika saat ini. Lain hal dengan Dion. Syabila yakin lelaki itu bisa menyelesaikannya. Syabila juga sempat menawarkan jawaban seperti yang ia lakukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN