Kedua sudut bibir Andre melengkung ketika menyatukan kedua cincin dengan bentuk yang sama itu. Andre kembali mengenakan cincin tunangan miliknya di jari manis tangan kiri,. Mencoba memasang cincin milik Vian yang berukir namanya di jari kelingking di tangan kirinya juga. Tidak muat, cincin itu masih terlalu kecil untuk jari-jarinya yang besar. Andre berdecak kesal. Niatnya untuk mengenakan dua cincin itu bersamaan batal. Dengan malas Andre turun dari tempat tidur, membuka lemari yang tak pernah terkunci. Ada sebuah laci terkunci dalam lemari itu. Andre membuka kunci, menarik laci dan mengambil sebuah kotak berwarna merah muda. Membuka kotak itu dan menaruh cincin milik Vian ke dalam kotak setelah mengecup cincin itu sekali. Andre mengembalikan kotak ke dalam laci, mengunci laci, menutup

