Makan malam keluarga itu berjalan lancar, meski tadi sempat diwarnai dengan Andre yang menolak untuk ikut. Alasannya Andre tidak mau makan satu meja bersama gadis yang menggunakan mata serta jantung tunangannya. Dini menggigit bibir, gadis itu menundukkan kepala. Rasanya sangat sakit mendengar semua apa yang dikatakan Andre. Beginikah rasanya ditolak? Ternyata rasanya lebih sakit saat ia tak bisa bernapas. Begitu pun selama makan malam, kepala Dini tak pernah terangkat. Gadis itu tak berani mengangkat kepalanya. Sekali mengangkat, tatapan dingin Andre langsung ditangkap netranya. Dini buru-buru kembali menunduk. Sungguh ia takut, kejadian di rumah sakit dua Minggu yang lalu masih melekat diingatannya. Andre yang mengamuk terlihat sangat mengerikan. "Mom, lain kali kalo mau dinner kayak

