Vian tak pernah bertemu lagi dengan Dini setelah hari itu. Vian yang ketahuan keluar kamar diam-diam diawasi lebih ketat lagi. Di kamarnya sekarang dipasangi kamera pengawas. Orang tuanya takut kalau dia menyelinap lagi. Vian berdecak kesal, padahal dia sudah berjanji untuk bertemu dengan Dini lagi. Seharusnya orang tua Vian tidak perlu memasang kamera pengintai. Toh Vian tak akan keluar kamar lagi. Gadis itu tak bangun lagi setelah mengeluh sakit di hidungnya. Vian kembali pingsan untuk kesekian kalinya. Bahkan setelah berhari-hari Vian tak kunjung sadar. Sampai pada hari ke-enam, Vian menunjukkan tanda-tanda akan segera bangun. Jari-jari Vian yang tampak lebih panjang dan kurus bergerak-gerak, begitu juga kelopak matanya. Yang perlahan menampakkan permata biru yang tampak redup. Gilli

