39 | Shoulder to Cry On

2138 Kata

Musibah semacam ini tidak terbayangkan dalam benak Arif saat memutuskan untuk tetap pergi meski Inge dan ayahnya telah melarang. Kemarin lusa ibunya masih sehat, masih menelepon dan secerewet biasanya menyuruh agar Arif lebih memperhatikan Inge. Semua terjadi begitu cepat hingga Arif merasa ibunya hanya sedang tidur usai terjatuh, sama sekali tak menyangka bahwa usai jatuh itu, ibunya tidak akan pernah bangun lagi. Pasti akan lebih mudah memahami ini sebagai mimpi, sebuah mimpi buruk yang akan hilang begitu pagi menjemput. Namun, bagi Arif mimpi tidak pernah senyata ini. Selama tiga puluh dua tahun hidup bersama, bagaimana bisa ibunya pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Ah, dengan kondisi terakhir seperti itu ibunya tidak akan bisa mengucapkan selamat tinggal. Seharusnya, paling tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN