Ben menggeliat saat mulai terjaga dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa saat. Tangannya memeriksa sendiri lehernya dan dahinya yang masih hangat tapi sepertinya tidak sepanas kemarin. Kepalanya juga masih pusing namun tidak sepusing kemarin. Tapi itu artinya ia belum sembuh sempurna. Saat mata Ben terbuka sempurna, pupil anak itu membesar saat menyadari bahwa ia tidak tidur sendiri di ranjangnya saat ini. Ben menoleh ke kanan dan ke kiri berkali-kali untuk memastikan bahwa yang ia lihat kini adalah nyata. Bagaimana tidak terkejut, saat ini di sebelah kanan dan kirinya ada Dean dan Lily yang terlihat masih terlelap. Ben sengaja memiringkan posisi tidurnya mengadap sebelah kanan tepatnya dimana Dean berada. Dean tidur dengan posisi terlentang dengan salah satu lengannya jadi bant

