Tiga Belas-Semakin Dekat

1994 Kata

“Kalau lo manis gini, gue jadi mikir-mikir, De.” Mendengar kalimat itu sontak Dean menoleh, meski sekilas. Dia mendapati Audrey menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Mendadak Dean mulai merasakan gugup. Dia menegakkan tubuhnya lalu fokus mengemudi. “Mikir apa?” tanyanya sambil melirik. Audrey membuang napas panjang. Secara fisik Dean memang tergolong sempurna. Jika secara personal, lelaki itu kelewat jail dan kadang egois. Namun, setiap orang pasti punya sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Dree!!” panggil Dean kala tak kunjung mendapat jawaban. Lelaki itu membelokkan mobil masuk ke dalam vila lalu fokus memperhatikan Audrey. Dean melihat bagaimana tatapan Audrey terlihat lembut, bahkan sangat lembut. “Kenapa?” tanya Dean dengan suara pelan. Audrey masih saja diam. Ingat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN