“Kalau lo manis gini, gue jadi mikir-mikir, De.” Mendengar kalimat itu sontak Dean menoleh, meski sekilas. Dia mendapati Audrey menatapnya dengan tatapan yang berbeda. Mendadak Dean mulai merasakan gugup. Dia menegakkan tubuhnya lalu fokus mengemudi. “Mikir apa?” tanyanya sambil melirik. Audrey membuang napas panjang. Secara fisik Dean memang tergolong sempurna. Jika secara personal, lelaki itu kelewat jail dan kadang egois. Namun, setiap orang pasti punya sisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Dree!!” panggil Dean kala tak kunjung mendapat jawaban. Lelaki itu membelokkan mobil masuk ke dalam vila lalu fokus memperhatikan Audrey. Dean melihat bagaimana tatapan Audrey terlihat lembut, bahkan sangat lembut. “Kenapa?” tanya Dean dengan suara pelan. Audrey masih saja diam. Ingat

