“Apa yang kalian lakukan?” Audrey dan James menoleh ke sumber suara. Wajah Audrey seketika pucat melihat Pak Jaya berdiri di depan pintu. “Maaf, Pak.” “Kamu dilamar, Dree? Bukannya kamu sudah tunangan?” “Ini hanya salah paham, Pak,” Audrey menjawab cepat. Dia cukup tahu bagaimana keponya Pak Jaya dan ini tak bisa dibiarkan. Audrey menunduk, menarik tangan James hingga lelaki itu berdiri. Audrey lalu membungkuk pamit ke Pak Jaya setelah itu menarik James hingga berdiri di depan pintu lift. “Dree,” panggil James karena Audrey terlalu kuat mencengkeram tangannya. “Apa? Lo suka bikin ulah saat gue kerja?” James menggeleng pelan tak ada niatan buruk sekalipun. Dia ingin mengungkapkan perasaannya. Pilihan James hanyalah saat pagi hari. Menurutnya hanya waktu itu Audrey dengan bebas dia te

