Empat Puluh Dua-Ending

1869 Kata

“Ish minggir!” “Bentar lagi!” Bola mata wanita berambut acak-acakan itu membulat. Melototi pria yang berada di atasnya, berharap segera menyingkir secepat mungkin. Namun, bukannya segera menyingkir pria itu justru memberi kecupan di bibir wanita itu. “Selalu, deh, nggak bisa diajak romantisan.” Audrey menghela napas. Kedua tangannya menangkup pipi Dean, membuat si pemilik memejamkam mata. Menikmati sentuhan lembut yang mengenai pipinya. “Tapi kamu itu berat. Nggak pernah olahraga apa, ya?” Mata Dean seketika terbuka, kedua alisnya hampir bertaut. “Kalau Nyonya nggak lupa siapa yang selalu telepon nyuruh cepat pulang?” Sudut bibir Audrey tertarik ke atas. Dia ingat kegiatan sorenya, yaitu menelepon Dean agar sang suami cepat pulang. Audrey menepuk kedua pipi Dean gemas. “Iya deh iya,

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN