Mobil yang dikemudikan Rizal terus melaju, bukan menuju tempat yang direncanakan Andjani melainkan sebuah restoran yang cukup terkenal. “Seharusnya kau menurunkan aku di halte terdekat saja,” ujar Andjani pada saat mobil berhenti di tempat parkir. “Aku tidak biasa menurunkan perempuan di pinggir jalan,” sahut Rizal. “Tidak biasa bukan berarti tidak pernah, kan?” ujar Andjani mempertegas. Tidak ada jaawban dari Rizal hanya sebuah lirikan sebelum dia keluar dari dalam mobil. “Berhubung mobil sudah berhenti, aku permisi, dulu,” kata Andjani setelah keluar dari mobil. “Kau ikut denganku atau aku tidak akan menerima proposal kerja sama dengan perusahaan kalian,” sahut Rizal tenang. “Eh, bagaimana bisa. Yang aku lakukan sekarang tidak ada hubunannya dengan kerja sama yang sudah kita sepak

