Kesadaran yang hilang

1197 Kata

Mengetuk pintu dengan kekuatan yang pas dan penuh keyakinan dilakukan oleh Andjani, berharap siapa pun yang ada di dalam ruangan bisa menyelesaikan masalahnya lebih cepat dari yang dia harapkan. "Masuk!" Suara itu terdengar tegas dan tajam dan tidak ada kompromi seandainya saja Andjani berusaha pergi. Membuka pintu lalu melangkahkan kakinya ke dalam ruangan dengan aura yang membuat tubuh Andjani menggigil tanpa dia sadari. "Ada apa?" Bukan sapaan yang diterima Andjani melainkan pertanyaan yang diucapkan dengan nada sinis. "Saya datang atas permintaan bapak. Saya tidak tahu kalau bapak lelaki yang mudah marah sekaligus lelaki yang tidak bisa menempatkan diri dengan semestinya." Sengaja Andjani langsung menyerang Rizal sebelum lelaki itu mengatakan kesalahan yang sudah dia lakuka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN