Di dalam ruangan yang merupakan ruang kerja seorang professor, Andjani melihatnya lebih mirip dengan ruang penelitian daripada ruang praktek tempat seseorang melakukan konsultasi. Andjani melihat ruangan dengan ukuran yang tidak terlalu besar tetapi cukup lengkap dengan semua peralatan medis yang dimiliki seorang professor duduk seorang lelaki yang usianya sudah tidak muda lagi sedang memperhatikan lembaran kertas yang ada di atas mejanya. “Selamat Siang, Prof?” sapa Andjani pelan tapi jelas. “Sore. Duduklah!” perintah Professor Sasmita. Andjani menunggu prof memberikan perhatian padanya setelah dia hanya duduk seperti menanti keputusan yang maha besar. “Bulan ini, bukankah terakhir kau berada di rumah sakit ini sebelum menjalani intership?” terdengar suara Prof. “Benar, Prof.” “Ap

