Jodoh

1076 Kata

Sudah kusebut namamu dalam doa, namun hingga kini belum ada tanda kau terlahir untuk menemaniku ke surga-Nya.   ***   Aisya duduk di samping Haris yang tengah memandang sesuatu di layar laptop. "Sibuk, Pa?" Haris melirik sekilas. "Nggak begitu. Ada apa?" "Besok Aisya masuk kuliah. Aisya takut, Pa." Ya, lama hidup di pesantren yang notabene memiliki pergaulan tertutup serta batasan yang begitu kentara antara lelaki dan perempuan, membuat Aisya meremang ketika harus menghadapi kehidupan luar. Otaknya kalut, takut pergaulan bebas akan meracuninya. Laptop lima belas inci itu ditutup Haris. Badannya menyamping agar berhadapan dengan anak sulungnya. "Semuanya tidak seburuk bayanganmu, Nak. Di luar sana masih banyak orang baik, bergantung bagaimana kamu memilih teman bergaul. Everything’s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN