Bimbang

1324 Kata

Aku ingin di dekat rembulan sebagai persembahan Tuhan bahwa ada waktu di mana hatiku menjadi terang tanpa harus terbakar. Rasanya sama saat ingin menggapaimu, walaupun aku melompat setinggi mungkin, aku tetap tak mampu.   ***   "Saya masih cinta sama seorang gadis. Dia itu cinta pertama saya." Seolah ada benda padat di kerongkongan yang membuat Alif tak bisa melanjutkan kalimatnya. Sepuluh menit berjalan dengan amat beku. Aisya diam, Alif juga. Hanya ada suara mesin mobil yang melaju. Rumah yang berjarak tidak jauh lagi pun terasa berkilometer jika suasana berubah drastis seperti ini. "Sudah sampai. Ayo masuk," ajak Aisya begitu mobil Alif terparkir di depan rumah. Dari telinga Alif, perkataan Aisya terdengar gugup, membuatnya enggan membuka kunci pintu hingga Aisya beberapa kali men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN