Hidup ini singkat seperti jarak waktu ikamah dan salat. Lantas, apakah kita terus jalan di tempat untuk lebih memprioritaskan makhluk daripada Dia? *** "Kaget, ya?" Alif mencolek dagu Aisya yang masih melongo. "Kenalin, aku Danu. Alif Danugraha. Panggil nama baru, ya? Supaya membuka lembaran baru." Dia berdiri sembari mengulurkan tangan. "Udah secantik itu mau tetap di kamar?" Tanpa menjawab, Aisya berdiri tanpa membalas uluran tangan itu. Alif menarik napas panjang lalu membuangnya. Tidak ingin berlama-lama, tangan kekarnya sudah menarik tangan istrinya. "Dingin, ya, tanganmu?" Aisya berhenti melangkah. "Kenapa?" Alif berbalik. "Apa rembulan sudah mampu kuraih?" tanya Aisya. "Maksudnya?" Benarkah lelaki yang menjawab tangan papanya adalah Alif? Jadi, lelaki yang menurut ora

