“Nggak capek apa kamu?” Kepala Rachel langsung menoleh kearah Alvin, ketika mendengar pertanyaan barusan yang tiba-tiba. Setelah seminggu mereka tidak bertemu, akhirnya Alvin ada waktu luang juga untuk menghabiskan waktu bersama pacarnya. Beberapa hari terakhir, dia sedikit sibuk mengurus berbagai macam event organisasinya, juga latihan band yang cukup menyita waktunya. Begitu selesai rapat, dia langsung menyambangi apartemen Rachel, tidak peduli saat ini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. “Harusnya gue kali yang nanya, lo nggak capek? Kan seharian ini lo sibuk rapat dan ngurusin macem-ma—“ Kalimat Rachel terpotong karena gerakan tiba-tiba Alvin yang menyumpal mulut Rachel dengan bibirnya. Perlahan kecupan dalam itu berubah menjadi ciuman dalam, yang membuat Rachel ingin me

