Epilog

2416 Kata

        Aroma petrichor merasuk kedalam indra penciumannya. Diatasnya langit mulai menghitam dengan sahutan petir yang bergemuruh. Seolah semesta mengerti betapa kelamnya hidup Rachel selama ini, juga betapa hancurnya perasaannya sekarang.         Laki-laki yang hari ini memakai pakaian serba hitam disebelahnya, mengeratkan genggaman tangannya pada jemari Rachel yang dingin. Saking dinginnya, Rachel merasa nyaris mati rasa. Entah dingin karena cuaca yang baru saja hujan, dan banyak angin, atau dingin karena perasaannya yang saling bercampur aduk. Antara gugup, marah, takut, juga penyesalan tiada akhir.         “You’re the strongest girl I’ve ever met in my life! Aku percaya kamu bisa buat lewatin semua ini!” bisik Alvin tepat ditelinga kanan Rachel. Membuat perempuan itu bergidik kegelia

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN