Kau adalah matahari, dan akulah bumi. Biarkan aku terus mengitarimu tanpa pernah lelah, tanpa pernah ingin berhenti, karena siapa aku adalah sesuatu yang ingin tetap bersamamu. *** Nada mengayuh sepedanya penuh semangat, seperti pendar mentari yang menyapa penghuni bumi, senyumnya enggan ia loloskan untuk saat ini. Sepertinya gumpalan hitam perlahan mulai menjauh dari kanvas putihnya, dan kanvas itu mulai dicoraki oleh warna-warna baru. Benar 'kan jika badai pasti berlalu? Semalam ia sudah katakan perihal Rosalie yang ingin menganggapnya sebagai anak, dan Aji setuju saja karena Nada memang butuh sosok seorang ibu. Nada juga memberi kabar bahagia bahwa ia punya pekerjaan menghibur pengunjung kafe tiap sabtu malam berbekal main piano, paling tidak uang yang ia kumpulkan bisa ditabungnya m
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


