"Jika kamu pikir aku mudah menyerah, itu kesalahan besar! Karena Tuhan menciptakanku sebagai manusia keras kepala yang tak kenal langkah mundur." ____________________ Awan cerah membingkai langit, tapi nuansa pagi ini seperti kabut petang hanya untuk satu orang saja. Zada, dia tak mampu berkutik lagi ketika gadis itu memilih pindah tempat duduk dengan Dewa. Bodohnya Dewa menuruti keinginan Nada tanpa bertanya alasan lebih dulu, Dewa terkadang naif dan kurang peka terhadap suasana sekitar. Seperti sekarang, ketika sepasang mata Zada berusaha memperhatikan gadis itu ternyata Dewa sibuk menghalanginya dengan posisi duduk yang sengaja menutupi Nada. Zada mengumpat dalam hati, ingin memaki Dewa tapi hal itu bukanlah cara terbaik. Ia pasrah jika Nada memang menjauhinya, tapi ketahui

