"Kamu adalah alasanku untuk menyambut pagi dengan senyum semanis mungkin." _________________ Kedua tangan Nada ikut sibuk dengan rutinitasnya setiap pagi, dia tengah memasukan bekalnya serta sebotol air mineral ke dalam papper bag berukuran sedang. Aji sudah lebih dulu mendahuluinya keluar dari rumah berangkat bekerja. Nada kembali masuk ke dalam kamar, dia berdiri di depan kaca sambil meneliti penampilannya, cicak saja jika dapat berbicara bahasa manusia pasti akan berkata bahwa gadis itu selalu cantik, apalagi Zada yang sudah menjadi kekasihnya, untuk yang kedua kalinya. Setelah itu Nada meraih ranselnya yang berada di atas nakas dan menggedongnya, tak lupa ia mengambil bekal di atas meja makan lalu keluar dari rumah, menghampiri sepedanya yang sudah terparkir di halam

