15 Tiba di rumah, Nicholas sedikit heran melihat wajah murung Sherine. Bahkan meski ia sudah mencoba menggoda istrinya itu, Sherine tidak mengonfrontasinya seperti biasa. Saat selesai makan malam dan mereka duduk-duduk sejenak di beranda depan, Sean pun tidak bisa membuat Sherine tertawa, dan Nicholas mulai merasa ada yang tidak beres. Angin malam berdesir lirih, membelai tubuh Nicholas yang berdiri di balkon lantai dua. Rambutnya tergerai tersapu angin dan Nicholas menyugarnya sekilas, lalu mendongak menatap langit malam bertabur bintang. Setelah mereka bertiga saling mengucapkan selamat malam dan berpisah di beranda tadi, Sean memilih menonton televisi di ruang keluarga, Sherine ke kamar, sementara Nicholas sendiri memilih ke balkon. Nicholas mencengkeram pagar balkon dengan mata me

