Pernikahan

1026 Kata
"Pernikahan ini harus dibatalkan." Teriakan itu menggema ke seluruh ruangan ballroom salah satu hotel mewah bintang enam. Untung saja di sana hanya ada beberapa petugas dari weding organizer dan sahabat Lusi yang tengah mengatur makanan untuk para tamu. Lusi menangis sejadi-jadinya sampai membuat semua pasang mata yang melihatnya bertanya-tanya. Tapi hanya ada satu orang yang mendekati Lusi saat dia menangis sambil berjongkok, dan siapa lagi dia kalau bukan Fiona sahabat baik Lusi. "Lusi, sadarlah! Kenapa kamu seperti ini?" Fiona merangkul bahu Lusi, berusaha menenangkan wanita itu dengan caranya. "Tolong untuk semua orang yang ada di sini saya minta kalian keluar terlebih dahulu." Fiona menyuruh para petugas weding organizer untuk meninggalkan mereka berdua di dalam ballroom itu. "Dia berselingkuh dengan pelacur." Fiona tersentak kaget saat Lusi tiba-tiba meneriakan kata-kata itu. "Lusi, apa maksud kamu? Katakan dengan benar, agar aku bisa tahu apa masalahmu." Lusi mengacak-acak rambutnya, sangat terlihat kalau dirinya sangat frustasi. "Tenanglah, siapapun yang menyakiti kamu harus berhadapan denganku." Fiona mempererat pelukannya kepada Lusi sambil terus membelai rambut panjang wanita itu. "Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki yang sudah berselingkuh," kata Lusi disela-sela isakan tangisnya. "Siapa yang kamu maksud itu Lusi? Apa dia Hacob?" Fiona bertanya karena memang dia belum paham maksud dari Lusi. "Dia benar-benar biadab, aku jijik melihat wajahnya lagi," umpat Lusi mengeluarkan kekesalannya. "Lusi, aku bisa menjelaskan semuanya." Mendengar suara itu Lusi langsung melepaskan pelukan Fiona. Lusi menatap laki-laki yang kini ada di depannya itu dengan sangat tajam. Terlihat dari sorot mata Lusi ada kekecewaan dan juga amarah yang begitu besar. Plak. Satu tamparan mendarat sempurna di pipi Hacob Valen, laki-laki yang sudah mengkhianati Lusi tepat dua jam sebelum pernikahan mereka dilangsungkan. "Inikah caramu membalas semua kebaikan Papaku? Atau ini caramu untuk merusak karirku?" Pertanyaan itu terdengar sangat nyaring di telinga Hacob dan Fiona. "Tidak Lusi, itu ketidaksengajaan. Aku tidak melakukannya secara sadar tadi malam, tolong jangan batalkan pernikahan ini, Lusi. Aku minta maaf." Rengekan dari Hacob membuat Lusi mengingat kembali kejadian pagi ini. Bagaimana dia memergoki calon suaminya itu tengah tidur dengan wanita lain dalam keadaan telanjang di apartemennya. "Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki yang sudah meniduri p*****r!" Teriak Lusi dengan lantang. "Jika kamu membatalkan pernikahan ini, akan aku pastikan saham perusahaanmu akan turun drastis. Dan gelar pengusaha muda terbaik yang kamu sandang akan segera dicabut. Dan satu lagi.. ." Bugh. Belum sempat melanjutkan kata-katanya, pukulan itu sudah mendarat sempurna di wajah Hacob. Fiona yang tengah berusaha menghubungi orangtua Lusi sampai menjatuhkan ponselnya karena terkejut. "Tutup mulut kamu." Lusi membelalakkan kedua matanya, dia seakan tidak percaya melihat siapa yang ada di depannya sekarang. "Wah, ini akan menjadi berita yang menggemparkan. Pengusaha muda terbaik di negeri ini membatalkan pernikahannya karena mantan kekasihnya datang ke acara pernikahannya. Ini pasti akan menjadi berita trending dalam satu bulan ke depan." Bugh. Pukulan itu kembali David layangkan di wajah Hacob. "Cukup, cukup." Amie berlari untuk segera melerai perkelahian kedua laki-laki yang sama-sama ia kenal itu. "Lusi, ada apa ini sebenarnya? Dan kamu David, bagaimana bisa kamu ada di sini?" tanya Amie yang belum mengerti apa yang sedang terjadi. "Dia berusaha merayu Lusi, Tante. Dia ingin Lusi membatalkan pernikahan ini." Dengan sangat percaya diri, Hacob mengatakan hal itu kepada ibunda Lusi. "Tutup mulut kotormu itu!" Lusi sudah kehilangan kesabarannya, dia kembali menampar wajah Hacob. "Satpam, tolong bawa laki-laki ini keluar. Jangan biarkan dia masuk lagi ke dalam ruangan ini." Atas perintah dari Amie, dua satpam masuk ke dalam ballroom dan membawa Hacob ke luar dari hotel itu. "Ada kekacauan apa ini?" Dengan wajah tegangnya, James menghampiri putri dan istrinya. "Kenapa laki-laki ini bisa ada di sini?" James menunjuk ke arah David yang masih berdiri diam di tempatnya. "Pernikahan ini harus dibatalkan, Pa. Harus dibatalkan." Amie memeluk putri semata wayangnya, mencoba untuk menenangkan gadis kecilnya. "Apa yang sudah kamu lakukan kepada putriku?" James menarik kerah baju David, amarahnya bisa dilihat dari sorot mata James kepada laki-laki itu. "Tunggu Om, jangan emosi dulu. Biar aku jelaskan apa yang terjadi di sini," kata Fiona berusaha meredahkan suasana. Meskipun Fiona juga membenci David, tapi di sini yang bisa menengahi masalah ini hanyalah dirinya. Dan ternyata Fiona berhasil, James melepaskan tangannya dari kerah David. "Dari penjelasan yang Lusi katakan, sepertinya Hacob telah berselingkuh dengan wanita lain, dan Lusi ingin membatalkan pernikahan ini," jelas Fiona. "Lusi, apa semua itu benar?" James ingin mendengar kebenarannya dari putrinya sendiri. "Aku melihatnya tidur dengan wanita lain, dia meniduri wanita lain tepat di hari pernikahanku dan dia," ujar Lusi yang masih terisak. "Apa? Berani-beraninya dia melakukan itu kepada putriku." James terlihat sangat marah kepada Hacob, itu bisa dilihat dari wajah dan tangan James yang sudah mengepal sempurna. "Dan aku sempat merekam sesuatu tadi, mohon ijinkan saya untuk menunjukkannya." Amie memberikan isyarat kepada James untuk memberikan ijin kepada David. "Tunjukkanlah," kata James singkat. David mengeluarkan ponselnya, dia memutar video yang tidak sengaja ia rekam tadi. "Tidak Lusi, itu ketidaksengajaan. Aku tidak melakukannya secara sadar tadi malam, tolong jangan batalkan pernikahan ini." "Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki yang sudah meniduri p*****r!" "Jika kamu membatalkan pernikahan ini, akan aku pastikan saham perusahaanmu akan turun drastis. Dan gelar pengusaha muda terbaik yang kamu sandang akan segera dicabut. Dan satu lagi.. ." James terlihat membelalakan matanya dengan sempurna, begitu juga dengan Amie. "Kurang ngajar anak itu," geram James. "Kita harus bagaimana, Pa? Para wartawan dan reporter sudah menunggu di luar untuk meliput acara pernikahan ini." Amie terlihat sangat cemas dan panik, dia tidak mau nama baik putrinya tercemar karena hal ini. "Maaf Tuan, Nyonya, siaran langsung akan dilakukan setengah jam lagi. Dari mulai calon pengantin keluar dari ruang wardobe dan make up dulu." Pikiran Amie semakin kacau mendengar kata-kata yang baru saja disampaikan orang dari salah satu stasiun televisi. Karena sebagai anak raja bisnis dan juga pengusaha muda terbaik di negeri ini, pernikahan Lusi tentu saja akan diliput oleh media. Bahkan pernikahan ini juga akan disiarkan langsung oleh semua chanel televisi swasta maupun negeri. "Lakukan saja pernikahan ini, jadikan David sebagai pengganti Hacob untuk hari ini saja." Entah apa yang dipikirkan Lusi, ide gila itu tiba-tiba saja muncul dibenaknya. "Apa kamu sudah gila Lusi? Kamu mau menikah dengan laki-laki jelatah ini?" James terlihat murka, dia tidak suka dengan ide gila putrinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN