Sementara Lusi dan David pergi menemui Pak Ali, Dion dan Fiona menunggu mereka hanya dengan saling mendiamkan satu sama lain. Tapi itu hanya pada awalnya saja, karena Dion mengambil inisiatif untuk mengajak Fiona berbicara terlebih dahulu. “Fi,” panggil Dion. “Iya,” jawab Fiona dengan wajah datarnya. “Kamu kenapa sih? Ngak biasanya kamu jadi orang yang pendiam kaya gini. Kamu kan biasanya ceria, semangat, humoris,” tutur Dion. “Enggak kenapa-kenapa ko, cuma lagi males aja,” ujar Fiona. “Lagi ngak mood ya?” tanya Dion lagi. “Iya bisa dibilang juga seperti itu.” Dion menyadari sikap aneh Fiona, karena bisanya dia tidak bersikap sejutek dan secuek ini. Apa lagi dengan jawaban singkat yang dia katakan itu sudah sangat menjadi petunjuk kalau Fiona pasti sedang bad mood. Tanpa pikir panja

