“Hay Mbak,” sapa Zana saat pintu apartemen sudah terbuka. “Oh Mbak yang kemarin datang bawa kue itu ya,” ujar Ina basa-basi. “Iya Mbak, Kak Lusi nya ada di rumah ngak ya Mbak?” tanya Zana. “Oh iya Bu Lusi nya ada, silahkan masuk.” Ina mengajak Zana masuk ke dalam apartemen Lusi, lalu Ina menyuruh Zana untuk menunggu di ruang tamu. “Tunggu sebentar ya, saya panggilkan Bu Lusi dulu,” kata Ina sebelum beranjak ke dapur. Zana duduk di sofa ruang tamu sambil membawa sebuah rantan berukuran sedang yang ada di tangannya. Zana juga sudah memakai riasan seperti orang yang hendak berangkat kerja, hanya saja Zana masih mengenakan dress dengan motif bunga yang sering ia gunakan sehari-hari. "Semoga aja Kak David suka sama bubur ayam buatan aku," batin Zana sambil memandangi rantan yang ada di t

