David sudah selesai mengelap tubuh Lusi, dan dia juga mengganti pakaian luar Lusi dengan baju ganti. David memilih piyama untuk baju tidur Lusi karena agar lebih mudah memakaikannya. Karena memakaikan pakaian dengan kondisi orang tersebut tertidur bukanlah hal mudah. Mungkin Lusi sangat lelah sampai-sampai dia tidak terbangun sedikitpun saat David mengganti pakaiannya. “Semoga mimpi indah Sayang.” David mencium kening Lusi dengan lembut agar tidak membangunkannya. David melirik ke arah jam dinding, jam menunnjukkan pukul delapan leboh sepuluh menit. Seketika David langsung turun dari tempat tidur, membuka laptopnya kembali untuk mengerjakan sesuatu yang penting tentunya. “Sebaiknya aku cek email dari Dion dulu.” David langsung membuka folder emailnya, mencari email dari Dion tentang mas

