Malam harinya, Fiona menyibukkan diri dengan dokumen yang tadi ia bawa dari kantor. Fiona dengan teliti mengecek satu persatu dokumen itu agar tidak ada satupun kesalahan yang terlewatkan. “Kakak, ini ibu buatin cireng, jangan lupa dimakan ya.” Via adik tunggal Fiona masuk ke dalam kamar Fiona sambil membawa satu piring cireng buatan Lina sang ibu tercinta. “Terima kasih ya, nanti pasti Kakak makan. Kamu sudah mengerjakan PR?” tanya Fiona dengan begitu perhatiannya. “Sudah Kak, tapi Via mau belajar takutnya kalau besok ada ulangan harian dadakan,” jawab Via. “Ya sudah kamu belajar, Kakak juga mau menyelesaikan pekerjaan Kakak dulu.” Via mengangguk lalu dia mengambil bukunya dan duduk di meja belajar miliknya yang ada di kamar Fiona juga. Via memang selalu belajar di kamar Fiona, karen

