ZOEY "Bi, sudah seminggu lamanya Zoey tidur, mungkin sudah saatnya kita membawanya ke rumah sakit," terdengar samar suara pria disebelahku. "Lawrence, anakku akan segera bangun. Aku sudah mencari pertolongan dari Tuhan sejak lama, karena dia anakku satu-satunya," jawab wanita di sebelahku. Perlahan-lahan, aku membuka mataku, menatap langit-langit di atasku. "Bi, dia sudah bangun!" seru pria itu. Aku melirik sekilas dua orang yang ada disekitarku. "Bangunlah, Zoey," ujar wanita itu. "Dimana aku? Kalian siapa?" kataku sambil duduk tegak, dengan refleks memeluk lutut sebagai pertahanan diri. "Anakku, ini mama, Zonia," dia meyakinkan "Aku menemukanmu terbaring pingsan jadi aku membawamu ke sini, St Nicholas," jelasnya. Dalam pikiranku, mulai terlintas ingatan akan ledakan, Raynier

