Zoey Sikap Rayden membuatku merasa nyaman, dan aku menghargai usahanya. Aku merasa campur aduk memikirkan kejadian kemarin. Andai saja aku mendengarkan dia dan tetap tinggal di apartemen, mungkin semuanya tidak akan seperti ini. "Aku rasa aku mau tidur sekarang. Maaf kalau tiba-tiba suasana jadi tidak enak, Rayden," kataku. "Jangan khawatir. Kamu butuh istirahat. Besok kita bisa jalan-jalan untuk bersantai," jawabnya lembut. Setelah memastikan aku masuk kamar, Rayden meninggalkanku untuk beristirahat. Tubuhku segera terlelap karena kelelahan akan semua yang terjadi kemarin. Pagi harinya, aku bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan untuk Rayden. Tapi, saat masuk ke dapur, ternyata dia sudah di sana—sedang memotong jahe dan merebus nasi. "Selamat pagi," sapaku dengan senyum. "Kamu

