ZOEY Setelah beberapa bulan, aku dan Rayden lebih akrab. Dia selalu bersikap manis padaku, tapi kita belum tidur bersama layaknya pasangan pada umumnya. Dalam tiga bulan terakhir, aku juga tidak pernah melihat Rey. Aku sangat bersyukur akan hal itu. Rayden datang ke dapur ketika aku sedang membuat kopi. "Selamat pagi, sayang," sapa Rayden. Tampaknya dia baru bangun tidur. "Ini bunga untukmu," katanya sambil memberiku sebuket bunga. Memberi bunga setiap pagi sudah menjadi rutinitasnya belakangan ini. "Terima kasih, sayang. Kamarku sudah terasa seperti taman, bahkan tanpa bunga-bunga ini," candaku. "Kenapa? Kamu hanya mau menerima bunga dari Dokter Vaughan?" tanya Rayden sambil mengerutkan kening. "Bukan begitu. Apa hubungannya Dokter Vaughan dengan ini?" jawabku sambil tersenyum le

