Zoey Keesokan harinya, Mama datang ke apartemenku. "Bersiaplah, Zoey, kita akan jalan-jalan ke Belanda. Kita juga akan memanjakan diri dengan perawatan kecantikan," ujar Mama begitu aku membuka pintu. Meskipun aku sebenarnya enggan untuk keluar, aku tidak punya pilihan selain ikut dengannya daripada terus mengurung diri di kamar. Aku masih belum bisa melupakan apa yang terjadi antara aku dan Rey. Malam yang kami habiskan bersama itu seolah-olah terukir dengan jelas dalam ingatanku, takkan pernah bisa terhapus. Rasa bersalah masih menghantuiku karena aku menyerahkan diriku kepada orang lain, bukan kepada suamiku. Dengan hati yang berat, aku mandi dan berpakaian untuk menemani Mama. Saat aku keluar dari kamarku, wajah Mama terlihat cemas. "Zoey, bisakah kamu menelepon Hannah? Aku hanya

