Bab 7. Terbayang-bayang

1901 Kata

Anna kembali mengetuk pintunya karena tak ada sahutan dari Tristan. "Lex!" panggilnya lagi. Akan tetapi, alih-alih menjawabnya, justru Tristan membuka pintunya, keluar dari dalam toilet itu, dan langsung menutup pintunya. "Dengan siapa tadi kau bicara?" cecar Anna. "Tadi aku bicara dengan asistenku yang baru, dia memberitahuku bahwa besok pagi ada jadwal operasi pasien kanker," jawabnya dingin. "Ayo, kita kembali ke sana. Aku merasa tidak enak jika meninggalkan Daddy-mu terlalu lama," imbuhnya mencoba mengalihkan topik sambil menarik pergelangan tangannya. "Tunggu sebentar, aku ingin ke toilet," kata Anna sambil menepis pelan tangan Tristan. "Jangan!" larang Tristan yang terkejut saat Anna hendak membuka pintu toilet tersebut. "Kenapa?" tanya Anna heran. "Jangan di sini. Toiletnya a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN