"Sini Om aku mau gendong yang warna hitam." Kama meminta seekor kelinci berwarna hitam pekat yang saat ini sedang Arsyad peluk, bocah itu melepaskan seekor kelinci berwarna putih dengan belang coklat yang semula ada di gendongannya. "Kama nggak takut sama kelinci yang warna hitam?" tanya Arsyad sambil memberikan kelinci yang ia pegang untuk Kama gendong. "Enggak, kan kelincinya baik kalau yang warna hitam kelincinya keren, terus yang warna putih itu lucu jadi aku suka semuanya," jawab Kama, bocah itu memegang telinga panjang si kelinci sambil membopong punggungnya tapi kelinci berwarna hitam itu bertubuh lebih besar hingga tenaganya lebih kuat, kelinci itu melompat kabur dari pelukan bocah itu dan Kama tertawa ceria karenanya. "Yah ... Om, kelincinya kabur ayo kita kejar!" seru Kama

