"Aku bener-bener minta maaf Mas, Sebenarnya aku mau cerita sama kamu dari waktu itu tapi kamu kan nggak pernah punya waktu buat aku, kamu selalu sibuk sama Mbak Niswa dan Kama, terus belakangan ini kamu juga makin sibuk dan lagi banyak masalah. aku minta maaf karena nggak minta izin dulu sama kamu ya, uang itu dipinjam sama ibu dan bapak buat modal," kata Jihan dengan begitu lembut, wanita itu memang sudah memikirkan hal itu sejak jauh-jauh hari. Jihan memikirkan baik-baik bagaimana dia akan memberi alasan pada Ibram jika Ibram menanyakan kembali uang yang sudah Ibram berikan untuk membeli mobil tapi tidak juga dia belikan. Ibram menghela nafas berat mendengar apa yang Jihan katakan, menatap wajah sendu Jihan membuat hatinya tidak tega, "Ya udah nggak apa-apa kalau memang uangnya lagi

